Pages

Rabu, 10 Agustus 2011

Diam Dalam Kagum

Aku termangu di sudut ruang memandangmu, kagum
Kau asyik mempermainkan angin, aku terpesona, indah
Senyum tipismu merekah menggoda awan, manis
Kau menoleh sekejap, aku merunduk, malu
Bergolak dalam pesonamu aku tersihir biusnya
Menjalar kehati dan ditikam dalam, tergores, berbekas
Kau sebarkan aroma surga yang kau genggam, aku diam
Terpana, Ada Rasa, menjalar dalam, itu Cinta?
Berkutak dengan kagum yang meninggi, biusnya menjalar
Aku terdiam selaju angin saat kau melintas di depan, anggun

Seketika semerbaknya meletus, aromamu, membius sadarku
Aku katakan pada hati yang menghiba, “benar ini cinta”
Kau bagaikan kenari yang bertengger dilidah cemara
Memainkan ekor, melambai, sembari bermain irama dengan alam
Aku beteduh disana, memandangmu dalam kagum yang berbisik
Kau indah, tak tergapai, tak sampai, tangan ku dangkal
Diam dalam kagum, tak ada suara yang berbunyi, apalagi puji
Seolah tak acuh, tak suka, tak tergoda, namun sebenarnya ada,
Apa aku takut? Mungkin. Kau istimewa, lebih indah dari nirwana
Diam dalam kagum, ku memimpikanmu dengan caraku, dan ini Cinta

0 komentar:

Posting Komentar

Tuliskan komentarnya disini ya...