Jumat, 29 Juli 2011

Resensi novel "Sebelas Patriot" Andrea Hirata


Judul : Sebelas Patriot
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Tahun Terbit : 2011
Tebal : XII + 112
Harga: Rp.39.000,-

Penulis novel fenomenal tertralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata, kembali menelurkan karya terbarunya berjudul Sebelas Patriot. Novel ini adalah novel ketujuhnya dalam bahasa Indonesia.
Secara garis besar, novel ini menceritakan tentang sepakbola dan cinta antara anak dan ayah. Novel ini mampu menunjukkan kepada pembacanya bahwa sepakbola ternyata mampu menjadi simbol perlawanan rakyat jelata menentang belanda di zamannya, dan juga sepakbola ternyata mampu menjadi sebuah jembatan cinta antara anak dan ayah. Bagaimana itu bisa terjadi?

Pada zaman penjajahan Belanda di Belitong, rakyat jelata tidak diberi akses untuk menjadi unggul dari para penjajah itu, termasuk di bidang olahraga. Setiap pertandingan olahraga apa saja, rakyat terpaksa mengalah jika bertanding dengan mereka. Siapa saja yang berani memenangkan diri dari mereka, akan mendapatkan siksaan sadis disebuah tempat bernama Tangsi. Ayah ikal, bersama dua kakaknya, dulu adalah seorang pemain sepakbola yang hebat dan terkenal di lingkungannya. Kehebatan ayah Ikal tercium oleh Belanda, yang menganggap itu sebagai bentuk pemberontakkan. Mereka disiksa dan diasingkan beberapa lama. Sepulang dari pengasingan, mereka kembali bermain bola dan berhasil mengalahkan belanda. Jadilah mereka disiksa secara sadis, hingga mereka tak dapat lagi bermain bola selamanya.

Ikal bertekat masuk PSSI sebagai sayap kiri melanjutkan perjuangan sang ayah dimasa mudanya dulu. Dia masuk pada sebuah klub sepakbola kampung yang dilatih pelatih Toharun, anak dari pelatih ayahnya dulu. Cara pelatihan yang diterapkan pelatih Toharun menjadi bagian kocak dalam novel ini. Bagaimana tidak dia menerapkan sudut pandangnya sendiri dalam menilai seseorang bagus atau tidaknya bermain bola, yaitu dari bentuk pantatnya. Dia menilai Ikal memiliki pantat seorang pemain bola yang hebat.

Ikal berlatih dengan keras untuk bisa lolos seleksi. Buah dari perjuangannya adalah dia diterima dalam seleksi junior tingkat kabupaten, namun dia gagal di tingkat propinsi. Usut punya usut, kegagalan Ikal ditingkat propinsi ternyata karena dianggap kelebihan pantat.

Kisah pertualangan Ikal dan Aray dalam backpacking di Eropa dalam novel Edensor kembali di singgung dalam novel ini. Sesampai di spanyol, mereka berpisah, Aray tertarik ke Alhambra, sedangkan Ikal ke Madrid. Dia berjuang untuk mengumpulkan uang untuk membeli sebuah kaus Real Madrid bertanda tangan Luis figo disana. Real Madrid adalah klub sepakbola kesukaan ayahnya setelah PSSI. Pada bagian ini terlihat ada lompatan yang sangat jauh dari bab sebelumnya. Bagi para pembaca yang tidak membaca novel Edensor sebelumnya, tentu akan sedikit kebingungan dengan kelanjutannya ini, mengapa tiba-tiba dia sudah di Eropa.

Jika dibandingkan dengan novel karyaya yang lain, novel Sebelas Patriot ini sebenarnya terlalu tipis, hanya 112 halaman saja, padahal masih banyak bagian yang bisa di explore. Namun secara keseluruhan gaya bahasa dan penyampaiannya sudah berhasil membius pembaca untuk mencinta negara dan PSSI. Novel ini juga menyertakan 1 CD yang berisi tiga lagu karangan Andrea yang bertema sepak bola, terutama PSSI. Kehadiran CD ini membuat atmosfer nasionalisme dalam sepak bola yang berusaha dibawa dalam novel ini tersampaikan dengan baik.

Saya merekomendasikan teman-teman untuk membaca novel yang penuh inspirasi ini. Novel ini akan menambah rasa cinta kita kepada orang tua dan sepak bola, terutama PSSI. Hidup PSSI !

4 komentar:

sorenz mengatakan...

gud job..
penyampain sinopsisnya tepat sekali.

saya sdh baca novelnya..
seru dan emang kocak bgt.. ^_^

Ogie mengatakan...

Terima kasih bro...
Benar, novel ini bukan hanya membawa nama besar Andrea Hirata, namun isinya juga patut diacungi jempol :D

KID mengatakan...

nice...
resensinya keren kk...
novelnya emang benar" menyentuh hati saya sebagai orang INDONESIA...

Ogie mengatakan...

@KID : makasih ya! :D

Poskan Komentar

Tuliskan komentarnya disini ya...