Pages

Featured Posts

Cari Tulisan

Sabtu, 15 April 2017

Berdamai dengan Perasaan Kecewa


Ilustrasi
Randi terbangun pukul tujuh pagi, seperti biasa, oleh cahaya sinar matahari yang menembus jendela indekosnya. Namun hari ini bukan hari biasa. Sesuatu harus dibuktikan hari ini. Pemilik jaringan restoran masakan Padang tempat dia mengabdi sejak tujuh bulan yang lalu akan datang ke “kantornya” siang nanti. Dia tidak boleh mengecewakan wanita paruh baya yang memberinya penghidupan di ibu kota itu.

Randi meregangkan kedua tangannya. Dia kemudian menatap kedua tangan yang memberinya sesuap nasi di kota yang kejam ini. Tangan itu aset terpenting dalam karirnya di restoran itu. Saban hari beratus – ratus piring telah dibawanya dengan kedua tangan itu menuju meja – meja di restoran. 

Minggu, 02 April 2017

Cerbung "A Friend of Mine" - Bagian 2 (Nisa)


 BAGIAN 2 - NISA

Pria itu berjalan menghampiriku.

“Dua ratus tahun yang lalu, aku pernah hidup sebagai seorang pribumi yang dimusuhi pejabat Belanda karena berani mengambil hati anak gadisnya.” Ucap pria itu sambil tersenyum kecil.

Dia memberi isyarat untuk duduk di sebuah bangku di depan Fakultas Teknik. Aku berjalan mengikutinya sambil terus berpikir tentang pria yang baru saja aku kenal itu. Apapun niatnya, aku harus berhati – hati dengan orang asing ini.

“Orangtua ku seorang pekerja di perkebunan teh milik belanda.” Ucap Raka, pria itu, memulai ceritanya.

Sabtu, 04 Maret 2017

Cerbung "A Friend of Mine" - Bagian 1 (Reinkarnasi)

BAGIAN 1 - REINKARNASI

Hari ini adalah hari ulang tahun ke dua puluhku. Tepat pukul 00:00, aku terbangun dengan nafas tersendat – sendat, dan peluh dingin menjalar ke sekujur tubuh. Bukan, aku bukan terbangun karena sebuah surprise ulang tahun. Sebuah kepingan – kepingan kenangan tiba – tiba memasuki memori ingatanku sedikit demi sedikit. 

Aku teringat pernah berada di tepi sebuah danau bersama seorang wanita. Aku sedang menatap ke bawah, ke arah air danau yang memantulkan dengan jelas wajah kami berdua. Dari air sesekali aku lihat rambut wanita itu beterbangan dipermainkan angin sepoi – sepoi. Angin yang dari tadi sesekali membuat kami gemetaran. Aku masih menunggu, menunggunya mengucapkan kata – kata yang ingin aku dengar.

“Da..” Ucapnya memulai.

Sabtu, 18 Juni 2016

Cerpen "A Story in The Traffic Jam"

Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata
 
Pukul delapan malam saat Mulyono masih berkutat dengan kemacetan Jakarta. Sepeda motor keluaran tahun 2009 yang dia kendarai melaju tersendat – sendat diantara ratusan mobil dan motor lain. Dengan kecepatan maksimal 20 KM/Jam, rumahnya di Lebak Bulus terasa masih jauh dari Jalan raya Pondok Indah itu. Rasanya dia akan lebih cepat sampai di rumah dengan berlari dari pada mengendari motor.  

Dia memaksa melewati celah – celah antara mobil untuk bisa mempercepat laju motornya, namun tak banyak yang bisa dia lakukan. Mobil dan motor serasa berpegangan satu sama lain tak memberinya celah untuk menyalip.  

Minggu, 12 Juni 2016

Cerpen "Memilih Pergi"

Aku terdiam sebentar menarik nafas panjang, sebelum memasukkan kunci indekosku ke dalam lubangnya. Ketika pintu ini terbuka nanti, aku harus segera melaksanakan keputusan yang telah ku buat. Sebuah keputusan tersulit yang melewati pergolakan hati yang panjang. 

Aku memutar kunci itu perlahan. Bunyinya terasa berbeda dari yang biasa, mengema bersautan bagaikan jeritan hati yang terluka. Aku memegang gagang pintu yang terasa dingin membeku hingga ke ulu hati. Aku memutarnya, dan mendorong pintu perlahan. Engsel pintu yang berkarat berdecit semakin membuat ciut tekatku.