Pages

Featured Posts

Cari Tulisan

Sabtu, 18 Juni 2016

Cerpen "A Story in The Traffic Jam"

Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata
 
Pukul delapan malam saat Mulyono masih berkutat dengan kemacetan Jakarta. Sepeda motor keluaran tahun 2009 yang dia kendarai melaju tersendat – sendat diantara ratusan mobil dan motor lain. Dengan kecepatan maksimal 20 KM/Jam, rumahnya di Lebak Bulus terasa masih jauh dari Jalan raya Pondok Indah itu. Rasanya dia akan lebih cepat sampai di rumah dengan berlari dari pada mengendari motor.  

Dia memaksa melewati celah – celah antara mobil untuk bisa mempercepat laju motornya, namun tak banyak yang bisa dia lakukan. Mobil dan motor serasa berpegangan satu sama lain tak memberinya celah untuk menyalip.  

Minggu, 12 Juni 2016

Cerpen "Memilih Pergi"

Aku terdiam sebentar menarik nafas panjang, sebelum memasukkan kunci indekosku ke dalam lubangnya. Ketika pintu ini terbuka nanti, aku harus segera melaksanakan keputusan yang telah ku buat. Sebuah keputusan tersulit yang melewati pergolakan hati yang panjang. 

Aku memutar kunci itu perlahan. Bunyinya terasa berbeda dari yang biasa, mengema bersautan bagaikan jeritan hati yang terluka. Aku memegang gagang pintu yang terasa dingin membeku hingga ke ulu hati. Aku memutarnya, dan mendorong pintu perlahan. Engsel pintu yang berkarat berdecit semakin membuat ciut tekatku.  

Minggu, 05 Juni 2016

Cerpen "Janji Borobudur"

Pelarian mendadakku dari Ibu kota dimulai di suatu sore di pinggir Jalan Maliobo. Dari sudut sebuah angkringan, aku memperhatikan manusia yang berlalu lalang. Suara klason sesekali terdengar bersuatan dari mobil – mobil yang meminta jalan. Adakah satu saja di antara mereka yang senasib sepertiku?  

Mas pelayan angkringan datang membawa segelas kopi joss, lengkap dengan beberapa tusuk sate khas angkringan. Suara desir arang hitam panas yang tercebur ke dalam air kopi hitam pekat masih terdengar sesekali di antara gelak tawa pengunjung. Aroma kopi itu sukses menggodaku untuk segera menyeruputnya. Kopi panas meluncur melewati tenggorokanku. Seketika masalah yang aku bawa jauh – jauh dari Jakarta seolah gugur berjatuhan di bawa pekatnya kafein. Yogya memang panas, bahkan di malam hari, namun kopi tetaplah teman setia. 

Jumat, 20 Mei 2016

Film My Stupid Boss yang mengocok perut

 Sumber foto: Klik disini
Suasana studio siang itu dipenuhi suara tawa puas dari para penonton yang memenuhi hampir semua kursi. Acting Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari dalam film terbaru mereka, My Stupid Boss, itu sukses membuat penonton terpingkal - pingkal. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama ini, sudah tayang perdana mulai 19 Mei 2016 di Bioskop - bioskop di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Jumat, 13 Mei 2016

Cerpen "Awan pembawa pesan"

  Sumber foto: Klik disini

"Boleh aku kesana?" Tanyamu di ujung telpon. Aku tak buru – buru menjawab, mengangkat sedikit telpon genggamku. Pukul 01.35 tengah malam.  
"Jam segini? Ada apa lagi?" Tanyaku sambil menutup buku pengantar pendidikan yang tengahku baca. 
"Boleh aku kesana?" Tanyamu lagi seolah tak mendengar pertanyaanku.  

Aku sudah bisa menebak, pasti ini tentang foto gumpalan awan yang kau potret petang tadi. Tentang ambisi gilamu mengumpulkan foto awan setiap hari. Ntah itu pagi, siang, ataupun petang.  

"Aku deh yang ke tempatmu." Ucapku mengalah. Tak sering memang, gilamu kambuh jam segini. Namun ketika itu terjadi, aku yang harus mengalah. Meringkut kedinginan menyusuri dua blok komplek perumahan kita, dan sampai di bangku taman di depan rumahmu.